Rabu, 29 Agustus 2012


Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium. Hal ini mengartikan bahwa media itu merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar, terungkap antara lain dari pendapat ahli seperti berikut:
 
  • Information carrying technologies that can make be used for instruction …. The media of instruction, consequently are extensions of the reacher. (Wilbur Schramm, 1977).
  • Printed and audiovisual forms of communication and their accompanying technology (NEA, 1969).
  • The physical means of conveying instructional content …. Books, films, videotapes, slide-tapes, etc (Leslie J. Briggs, 1977)
Dari ketiga pendapat ini saja dapat disimpulkan setidaknya mereka sependapat bahwa:

a)    Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut

b)    Bahwa materi yang akan disampaikan adalah pesan pembelajaran, dan bahwa tujuan yang akan dicapai adalah terjadinya proses belajar. Bila karena suatu hal media tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan maka dia tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang ingin disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapanya. Oleh sebab itu dalam mendesain pesan untuk media, harus diperhatikan ciri-ciri atau karakteristik dari sasaran atau penerima pesan (umur, latar belakang sosial budaya, pendidikan, cacat badaniah dan sebagainya) dan kondisi belajar, yaitu faktor-faktor yang dapat merangsang/ mempengaruhi timbulnya kegiatan belajar/ mengajar.



Fungsi/ Peranan Media

Pada mulanya media hanya berfungsi sebagai alat bantu visual dalam kegiatan belajar/ mengajar, yaitu berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa antara lain untuk mendorong motivasi belajar, memperjelas dan mempermudah konsep yang abstrak dan mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Kemudian dengan masuknya pengaruh teknologi  audio pada sekitar pertengahan abad ke-20 lahirlah peraga audio-visual yang terutama menekankan penggunaan pengalaman yang konkrit untuk menghindarkan verbalisme.

Pada tahun 1950 teori-teori pada komunikasi mulai memberikan pengaruh pada alat bantu audio visual. Hal ini menyebabkan fungsi media sebagai alat peraga berubah menjadi penyalur pesan/ informasi belajar.

Pada tahun 1960 orientasi tujuan belajar mulai mengarah pada perubahan tingkah laku belajar pada siswa. Karena pada hakekatnya mendidik adalah mengubah pola tingkah laku peserta didik belajar

Mulai tahun 1965 pendekatan sistem memasuki khasanah pendidikan dan mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. kemudian berkembanglah konsepsi tekhnologi pembelajaran yang padahekekatnya mempunyai ciri berorientasi pada sasaran, konsep pendekatan sistem,  dan memanfaatkan sumber media yang bervariasi.

Hal ini menunjukkan bahwa media tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat peraga tetapi sebagai pembawa pesan yang dibutuhkan siswa.  Sehinggaa guru dapat lebih terpusat pada bimbingan dan penyuluhan individu dan pengelolaan kegiatan.

Nilai-nilai praktis yang terdapat pada keterampilan:

1. Membangkitkan motivasi belajar
2. Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa
3. Membuat konkrit konsep yang abstrak
4. Memberikan kesan perhatian individual
5. Memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan lingkungannya



Jenis dan Karekteristik Media

Rudi Bertz (1971) mengidentifikasi ciri utama dari media menjadi 3 unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak. Bentuk visual dibedakan menjadi gambar visual, garis, dan simbol verbal. Disamping itu Bretz juga membedakan media rekaman dengan media telekomunikasi.

Menurut Bertz tujuh kelompok media diantaranya:

1.    Media audio visual diam
2.    Media audio visual gerak
3.    Media visual gerak
4.    Media audio semi gerak
5.    Media visual diam
6.    Media audio
7.    Media cetak

Sedangkan menurut Schramm membedakan antara media rumit mahal dan media sederhana/ murah. Schramm juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputanya, yaitu:

1. Liputan luas dan serentak seperti televisi, radio, dan facsimile


2. Liputan terbatas pada tempat/ ruangan seperti film suara, film bisu, radio vision, video tape, foto, poster dll


3. Media untuk belajar individu seperti buku, modul, program belajar dengan komputer, dan telpon


Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan diatas ialah bahwa tiap media mempunyai kelebuhan dan kelemahannya sendiri. Jadi tidak ada satu media yang dapat mengatasi media lainnya dalam segala aspeknya.karena itu perlu dipahami ciri atau karakteristik masing-masing media. Pengenalan akan jenis dan karakteristik media ini akan merupakan salah satu faktor dalam penentuan atau pemilihan media nanti. 







Materi diambil dari referensi buku:


 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar